jateng.jpnn.com, SEMARANG - BPJS Kesehatan mencatat sebanyak 1.702.768 jiwa penduduk Kota Semarang dan 1.259.386 jiwa warga Kabupaten Demak telah terdaftar sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hingga 1 Juli 2026.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang Debbie Nianta Musigiasari mengatakan cakupan kepesertaan JKN di Kota Semarang telah mencapai 100 persen, sedangkan Kabupaten Demak mencapai 99,42 persen.
Menurutnya, keberhasilan mempertahankan status Universal Health Coverage (UHC) dari tahun ke tahun tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan.
“Kami juga terus berupaya memberikan berbagai kemudahan layanan dengan mengembangkan kanal layanan non-tatap muka, seperti Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA), Mobile JKN, dan Care Center 165,” ujar Debbie, Kamis (30/7).
Selain memperkuat layanan digital, BPJS Kesehatan juga mengembangkan sistem antrean daring di kantor cabang melalui aplikasi Mobile JKN. Menurutnya, inovasi tersebut telah diterapkan di Kantor Cabang Semarang untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta.
“Termasuk Kantor Cabang Semarang juga telah menerapkan antrean online. Hal ini sebagai upaya peningkatan pelayanan bagi peserta kami,” katanya.
Dari sisi pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan Cabang Semarang telah bekerja sama dengan 356 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 40 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), 22 Apotek Program Rujuk Balik (PRB), 48 ruang farmasi, 30 optik, dan sembilan laboratorium.
Pihaknya juga terus memperluas akses layanan kesehatan berteknologi tinggi. Layanan tersebut meliputi kateterisasi jantung (cathlab), kemoterapi, hingga radioterapi sehingga peserta dapat memperoleh penanganan medis yang optimal tanpa terkendala akses maupun biaya.



















































