jatim.jpnn.com, SURABAYA - Kosmetika Global Indonesia (Kosmesia) meresmikan Coaching and Development Center UMKM Kosmetik di kawasan SIER, Surabaya, Minggu (18/1).
Peresmian ini menjadi langkah strategis untuk mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kosmetik agar naik kelas dan memenuhi standar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menegaskan, pendirian pusat pelatihan dan pengembangan UMKM tersebut merupakan inisiatif penting di tengah besarnya jumlah UMKM sektor obat dan makanan di Indonesia.
“Ada empat hal penting. Pertama, Coaching and Development Center ini kami harapkan menjadi pusat pelatihan dan pengembangan UMKM, khususnya bidang obat dan makanan yang jumlahnya mencapai 4,2 juta unit usaha,” ujar Taruna seusai menandatangani prasasti peresmian.
Menurut Taruna, UMKM memiliki potensi ekonomi besar yang tidak bisa dibiarkan berjalan sendiri. Untuk bisa maju dan naik kelas, UMKM membutuhkan pendampingan, asistensi, serta pelatihan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Dia pun mengapresiasi Kosmesia sebagai industri pertama yang membangun pusat pembinaan UMKM kosmetik.
“Kami berterima kasih kepada PT Kosmetika Global Indonesia yang menjadi pelopor. Ini contoh nyata industri besar mengambil peran meningkatkan kualitas dan daya saing UMKM,” katanya.
Poin kedua yang ditekankan BPOM adalah pentingnya peran orang tua angkat bagi UMKM. Melalui skema ini, industri besar diharapkan mampu membimbing UMKM dari sisi edukasi, manajemen usaha, hingga pemenuhan standar regulasi.



















































