Budi Arie Offside di Samping Jokowi, Pengamat: Bisa Ganggu Stabilitas Prabowo

3 hours ago 12

 Bisa Ganggu Stabilitas Prabowo

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Peneliti Senior Citra Institute Efriza. Foto: supplied

jpnn.com, JAKARTA - Pernyataan Budi Arie Setiadi soal demonstrasi dan kemungkinan percepatan pemilu dinilai menjadi blunder politik, terlebih disampaikan saat berada di samping Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Peneliti senior Citra Institute, Efriza menilai pernyataan tersebut sensitif karena Budi Arie merupakan eks menteri di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sementara Jokowi merupakan ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Pernyataan Budi Arie sembrono. Apalagi disampaikan di samping Jokowi. Akhirnya dia minta maaf,” kata Efriza kepada JPNN.com, Rabu (26/8).

Menurut dia, narasi mengenai keresahan masyarakat, kondisi ekonomi, demonstrasi, hingga kemungkinan terjadinya “patahan sejarah” berpotensi ditafsirkan sebagai dukungan terhadap gerakan yang dapat menggoyang pemerintahan.

Apalagi, wacana percepatan pemilu dapat memunculkan spekulasi seolah terdapat kelompok yang menginginkan perubahan kekuasaan sebelum masa pemerintahan Prabowo berakhir.

Meski demikian, pernyataan Budi Arie dinilai lebih tepat dibaca sebagai sikap personal ketimbang agenda resmi Jokowi.

“Kalau Jokowi ikut membahas kondisi demonstrasi dalam diskusi internal, mungkin saja. Namun, bukan berarti Jokowi ingin Prabowo dijatuhkan di tengah jalan,” katanya.

Justru, kata dia, Jokowi berpotensi merasa dirugikan karena pernyataan tersebut dapat menyeret namanya ke dalam spekulasi mengenai upaya mendelegitimasi pemerintahan Prabowo.

Pernyataan Budi Arie Setiadi soal demonstrasi dan kemungkinan percepatan pemilu dinilai menjadi blunder politik

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |