jatim.jpnn.com, MALANG - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menduga kebakaran yang melanda kawasan Gunung Bromo dipicu aktivitas manusia.
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan dugaan tersebut muncul berdasarkan lokasi awal kebakaran yang berada di Blok Bantengan.
"Ada kemungkinan faktor manusia, bukan alam," kata Rudi, Jumat (7/8).
Menurut dia, di kawasan Blok Bantengan terdapat jalur tradisional atau jalan tembus yang menghubungkan Desa Arjosari dengan Ranu Pani.
Rudi menduga orang yang melintas di jalur tersebut sempat membuat perapian untuk menghangatkan badan saat cuaca dingin. Namun, api dari perapian tersebut diduga tidak sepenuhnya dipadamkan sehingga berpotensi memicu kebakaran.
"Kadang-kadang orang yang melintas saat cuaca dingin kemudian membuat perapian dan dimungkinkan lupa atau seperti apa, seperti itu yang kami duga," ujarnya.
Walakin, Rudi menegaskan dugaan tersebut masih merupakan kesimpulan awal. Pihaknya masih perlu melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebakaran yang melanda kawasan Gunung Bromo.
TNBTS juga belum menentukan sanksi terhadap pihak yang nantinya terbukti membuat perapian dan memicu kebakaran.



















































