jatim.jpnn.com, LUMAJANG - Pemkab Lumajang menutup satu pangkalan elpiji 3 kilogram di Desa Jarit, Kecamatan Candipuro. Penutupan dilakukan setelah ditemukan dugaan penimbunan hingga sekitar 1.000 tabung.
Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, praktik tersebut menjadi salah satu penyebab kelangkaan elpiji di masyarakat.
"Kelangkaan elpiji di Lumajang tidak bisa dilepaskan dari dugaan praktik penimbunan sehingga kami langsung melakukan pengecekan di lapangan," kata Indah, Sabtu (11/4).
Temuan itu diperoleh setelah pemerintah daerah melakukan inspeksi mendadak tanpa pemberitahuan. Hasilnya, jumlah tabung yang disimpan jauh melebihi ketentuan.
"Setiap pangkalan hanya diperbolehkan menyimpan sekitar 200 tabung. Namun, di lokasi ditemukan hampir 1.000 tabung. Ini merupakan pelanggaran serius," ujarnya.
Akibat praktik tersebut, distribusi elpiji bersubsidi terganggu dan berdampak langsung ke masyarakat.
Harga elpiji 3 kilogram di tingkat pengecer melonjak, bahkan mencapai Rp35 ribu per tabung di beberapa wilayah, padahal harga eceran tertinggi (HET) ditetapkan Rp18 ribu per tabung.
Indah menegaskan penutupan pangkalan merupakan bagian dari komitmen pemerintah menjaga distribusi tetap tepat sasaran.

















































