jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai sulit melihat Seskab Teddy Indra Wijaya akan dipilih sebagai Cawapres 2029 guna mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto.
"Kemungkinan itu kecil terjadi," kata Dedi melalui layanan pesan, Senin (16/2).
Sebab, kata dia, Teddy tak memiliki kekuatan di tingkat partai dan Gerindra tak mungkin sendirian mengusung Prabowo bersama alumnus Akmil 2011 itu pada Pilpres 2029.
"Teddy populer, tetapi secara politik tidak ada alasan kuat bagi parpol untuk mendukung Teddy," lanjutnya.
Menurut Dedi, nama lain seperti Ketum PAN Zulkifli Hasan atau Zulhas, Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar punya nilai tawar kuat secara kepartaian untuk mendampingi Prabowo pada Pilpres 2029.
"Tokoh semacam Zulkifli Hasan, AHY, Muhaimin, dan elit lainnya jauh lebih baik dari sisi dukungan politik," ujarnya.
Dedi bahkan menganggap sosok Wapres RI Gibran Rakabuming Raka punya nilai tawar lebih dibandingkan Teddy demi menjadi cawapres pendamping Prabowo.
Sebab, lanjut dia, eks Wali Kota Solo itu dibeking sang ayah sekaligus Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi).




















































