bali.jpnn.com, DENPASAR - Dinas Perhubungan (Dishub) Bali memperkirakan arus mudik Idulfitri 2026 lebih awal dari biasanya karena terdapat Hari Raya Nyepi.
Berdasar Kalender Bali, Hari Raya Nyepi jatuh pada 19 Maret 2026, sementara Hari Raya Idulfitri 2026 jatuh dua hari kemudian.
Dua hari raya besar keagamaan yang berlangsung berdekatan ini akan mengubah pola pergeseran para pemudik.
“Pola pergerakan diperkirakan akan mengalami pergeseran, yaitu arus mudik atau keluar Bali berpotensi meningkat lebih awal, khususnya tanggal 14-16 Maret 2026,” kata Kepala Dishub Bali I Kadek Mudarta dikonfirmasi di Denpasar, Bali, Jumat (27/2).
Dishub Bali bahkan memproyeksikan penumpukan arus mudik terjadi mendekati Hari Pengerupukan atau pawai ogoh-ogoh sehari sebelum Nyepi, yaitu 17 Maret 2026.
Beberapa potensi permasalahan yang perlu diantisipasi antara lain kemungkinan penumpukan kendaraan sebelum tanggal 18 Maret 2026.
Kemudian kepadatan pada kawasan wisata, keberadaan angkutan tidak berizin seperti travel gelap dan terminal bayangan.
“Kendaraan tidak laik jalan, potensi cuaca ekstrem, serta peningkatan penggunaan sepeda motor harus juga diantisipasi,” ujar I Kadek Mudarta dilansir dari Antara.

















































