jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini mulai dikenal luas di masyarakat ternyata berawal dari proses panjang dan serba terbatas.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya, mengungkapkan bahwa cikal bakal program tersebut mulai dirintis sejak Oktober 2024, meski BGN sendiri telah resmi dibentuk lebih awal melalui Perpres Nomor 83 Tahun 2024 pada 15 Agustus.
“Pada awalnya, BGN hanya diisi dua orang pimpinan, yaitu Kepala BGN Dadan Hindayana dan Wakil Kepala Loedwig Pusung, dengan dukungan sekitar 15 relawan,” ujar Sony dalam keterangannya dikutip Senin (4/5/2026).
Para relawan tersebut, kata Sony, setiap hari menggelar diskusi intensif untuk merumuskan konsep program yang saat itu masih bernama Makan Siang Gratis.
Mereka juga memetakan pihak-pihak yang berpotensi terlibat dalam mendukung program, mulai dari pengusaha hingga jaringan pribadi yang dinilai memiliki kapasitas membantu.
Menurut Sony, pendekatan yang dilakukan cukup sederhana namun menantang, yakni menghubungi satu per satu calon mitra melalui telepon hingga menggelar pertemuan langsung.
“Kami tidak menyebut mereka vendor, tetapi mitra. Karena yang kami cari adalah pihak yang percaya program ini akan berjalan, bahkan sebelum sistem formal seperti SPK atau PKS benar-benar ada,” kata Sony
Ia mengakui, pada tahap awal banyak calon mitra yang mempertanyakan kejelasan kontrak kerja sama. Namun, Sony memilih fokus pada pihak yang memiliki keyakinan terhadap program tersebut.



















































