jatim.jpnn.com, SURABAYA - Tak pernah terbayang sebelumnya bagi Muchsin Maulana, Birrul Walidain Al Musthofa, dan Muhammad Halili bisa menempuh pendidikan hingga ke Taiwan.
Berasal dari keluarga penerima manfaat Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), ketiganya kini berhasil meraih gelar ganda (double degree) dari Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dan St. John's University, Taiwan.
Momen wisuda yang berlangsung di Taiwan pada Sabtu (6/6) lalu menjadi titik penting dalam perjalanan mereka.
Bersama empat mahasiswa lainnya dari Program Studi Sistem Informasi Unusa, ketiganya berhasil menyelesaikan pendidikan internasional melalui Program International Industrial Talents Education Special Program (INTENSE).
Bagi Muhammad Halili, wisuda di negeri orang menghadirkan perasaan bahagia sekaligus haru. Sebab, orang tuanya tidak bisa hadir secara langsung untuk menyaksikan pencapaian tersebut.
"Senang kami akhirnya wisuda, tapi juga terasa aneh. Biasanya momen besar seperti wisuda dihadiri orang tua. Karena keluarga tidak bisa hadir langsung, tapi mereka masih bisa lihat dari live streaming," ujarnya.
Perjalanan mereka menuju kampus di Taiwan tidak selalu mudah. Selain harus mengikuti sistem perkuliahan internasional, mereka juga dituntut beradaptasi dengan bahasa, budaya, makanan, hingga cuaca empat musim yang jauh berbeda dengan Indonesia.
Halili mengaku sempat kesulitan menghadapi bahasa Mandarin yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di Taiwan.



















































