bali.jpnn.com, DENPASAR - Banjir kini menjadi pemandangan sehari-hari di Bali.
Setelah beberapa hari lalu hujan lebat memicu banjir di lima kabupaten dan kota di Provinsi Bali, banjir kembali datang, Kamis (18/12) kemarin dan Jumat (19/12) hari ini.
Hujan lebat di Kota Denpasar, Kabupaten Badung dan Gianyar menyebabkan sejumlah ruas jalan terendam banjir.
Temuan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRKIM) Bali, penggabungan jalur irigasi pertanian dan drainase di beberapa tempat menjadi salah satu pemicu banjir di Pulau Dewata.
Menurut Kepala Dinas PUPRKIM Bali Nusakti Yasa Wedha, pada prinsipnya saluran irigasi bekerja menaikkan muka air untuk mengairi persawahan.
Keberadaan drainase bertujuan menurunkan muka air untuk mencegah genangan.
“Terdapat beberapa kondisi adanya penggabungan fungsi antara saluran irigasi dan saluran drainase.
Semestinya saluran irigasi dan saluran drainase tidak boleh di gabungkan,” kata Nusakti Yasa Wedha dilansir dari Antara.



















































