jpnn.com, BANDUNG - Dinas Perhubungan Jawa Barat memprediksi potensi pergerakan masyarakat pada masa angkutan Lebaran tahun ini sangat besar.
Dari total penduduk Jabar yang diproyeksikan mencapai sekitar 50,75 juta orang pada 2025, sekitar 51 persen atau 25,6 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan selama periode Lebaran.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar mengatakan hampir seluruh perjalanan masyarakat Jawa Barat pada masa Lebaran dilakukan untuk pulang kampung.
"Mayoritas perjalanan masyarakat memang untuk mudik. Dari total perjalanan yang diperkirakan terjadi di Jawa Barat, sekitar 96,7 persen atau sekitar 24,86 juta orang melakukan perjalanan untuk pulang kampung," kata Dhani, Sabtu (7/3/2026).
Sementara itu, perjalanan lainnya relatif kecil. Sekitar 1,93 persen perjalanan dilakukan untuk wisata atau sekitar 500 ribu orang, kemudian 1,11 persen untuk silaturahmi tanpa pulang kampung atau sekitar 290 ribu orang.
Sisanya untuk kepentingan lain seperti bekerja dan perjalanan lainnya.
Dhani menjelaskan secara nasional potensi pergerakan masyarakat selama masa mudik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang atau sekitar 50,6 persen dari total penduduk Indonesia.
Dari jumlah tersebut, Jawa Barat menjadi daerah asal pemudik terbesar di Indonesia.




















































