bali.jpnn.com, DENPASAR - Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM (Disnaker ESDM) Provinsi Bali memperketat pengawasan distribusi LPG 3 kg menjelang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 2026.
Fokus utama pengawasan kali ini adalah memastikan bantuan subsidi tersebut tepat sasaran.
Kepala Disnaker ESDM Bali Ida Bagus Setiawan menekankan bahwa tantangan utama bukan pada jumlah stok, melainkan pada distribusinya.
"Jika tidak tepat sasaran, digelontorkan sebanyak apa pun akan tetap kurang.
Ironisnya, masyarakat yang benar-benar membutuhkan dan terdaftar dalam DTSEN justru sering terjepit dalam antrean," ujar Kadisnaker ESDm Bali Ida Bagus Setiawan dilansir dari Antara.
Kadisnaker ESDM Bali menjelaskan bahwa pemerintah menghadapi kendala dalam memantau harga di tingkat pengecer.
Saat ini, regulasi harga hanya menyentuh tingkat pangkalan dengan HET Rp18.000.
Kadisnaker ESDM Bali mengkhawatirkan harga akan melonjak tak terkendali saat mencapai pengecer, serta munculnya praktik kriminal seperti pengoplosan LPG 3 kg ke tabung 12 kg demi keuntungan pribadi.

















































