jatim.jpnn.com, SURABAYA - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya menggandeng seniman ludruk legendaris Cak Kartolo dalam upaya memperkuat literasi kebudayaan bagi generasi muda.
Hal ini dilakukan melalui kunjungan ke kediaman Cak Kartolo, Selasa (13/1), sebagai bagian dari penggalian kisah dan nilai budaya lokal.
Kepala Dispusip Surabaya Yusuf Masruh mengatakan nantinya perjalanan hidup dan pengalaman Cak Kartolo selama puluhan tahun berkecimpung di dunia ludruk akan diolah menjadi bahan literasi kebudayaan untuk anak-anak.
“Kami ingin merumuskan program literasi kebudayaan. Anak-anak tidak hanya diajak membaca buku, tetapi juga mengenal tokoh budaya yang hidup dan berkarya di kota mereka sendiri,” katanya.
Yusuf menjelaskan cerita-cerita perjuangan, nilai, dan pengalaman Cak Kartolo akan dikemas sebagai materi edukasi yang dapat dimanfaatkan oleh sekolah, perpustakaan, serta komunitas literasi di Surabaya.
Menurutnya, literasi dan budaya merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan karena sama-sama berperan dalam membentuk karakter dan jati diri generasi muda.
Hal ini juga sejalan dengan pandangan Cak Kartolo yang menilai pentingnya mengenalkan budaya sejak usia dini.
“Cak Kartolo menekankan bahwa setiap anak memiliki potensi dan talenta yang berbeda, baik di bidang seni, akademik, maupun keterampilan lainnya. Semua potensi itu perlu difasilitasi secara seimbang,” ungkap Yusuf.


















































