jpnn.com, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta publik tidak melakukan pembelian panik atau panic buying terhadap bahan bakar minyak (BBM).
Hal demikian dikatakan Bahlil menjawab pertanyaaan wartawan terkait kabar panic buying BBM oleh warga di beberapa daerah, seperti Jawa Timur (Jatim).
"Jadi enggak perlu ada panik, enggak perlu," kata dia setelah menghadiri Buka Puasa Bersama di kantor DPP Golkar, Jakarta, Jumat (6/3).
Diketahui, panic buying warga dipicu dari agresi militer AS-Israel terhadap Iran yang direspons Teheran dengan penutupan Selat Hormuz.
Adapun, Selat Hormuz menjadi jalur pedagangan penting minyak dari Timur Tengah untuk beberapa negara.
Belakangan, muncul pernyataan dari pemerintah bahwa stok bahan bakar Indonesia mencapai 21 hari yang mengakibatkan aksi panic buying.
Menurut Bahlil, suplai impr BBM Indonesia sebenarnya dalam kondisi aman. Pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) sudah memindahkan impor minyak dari Timur Tengah ke sejumlah negara lainnya.
Sebelumnya, sekitar 20 hingga 25 persen bahan baku minyak mentah Indonesia didatangkan dari kawasan Timur Tengah.





.jpeg)














































