jateng.jpnn.com, SEMARANG - Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono menyatakan bahwa Jawa Tengah (Jateng) kini menjadi incaran banyak investor.
Alasannya, upah minimum yang relatif rendah serta kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dinilai unggul. UMP Jateng 2025 adalah Rp 2.169.349.
“Jawa Tengah ini menjadi incaran para pengusaha. Industri dari Jawa Timur maupun kawasan sekitar Jakarta, Karawang, Bekasi, dan Serang sudah berencana pindah ke Jawa Tengah,” ujar Bambang Haryo, belum lama ini.
Menurut dia, meski upah di Jateng lebih rendah, tenaga kerjanya memiliki etos kerja tinggi. Itulah yang menjadi daya tarik tersendiri.
“Kinerja orang Jawa Tengah luar biasa. Perusahaan-perusahaan internasional pun mulai tertarik. Di Batang Industrial Park, perusahaan asal Hongkong dan Tiongkok sudah senang dengan kinerja mereka. Harganya murah, kerjanya cepat, dan mereka ramah,” katanya.
Bambang menyebut perpindahan minat investasi tersebut perlu diantisipasi dengan penguatan infrastruktur, terutama Pelabuhan Niaga Kendal yang direncanakan menjadi penyangga Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
“Kapasitasnya (Pelabuhan Tanjung Emas, red) 1,2 juta kontainer, sekarang sudah 800 ribu. Kenaikannya 10-15 persen per tahun. Dalam empat tahun bisa overload dan mengalami kongesti,” ujarnya.
Data Pelindo, kata Bambang, menunjukkan pertumbuhan arus kontainer di Pelabuhan Tanjung Emas mencapai 15 persen, tertinggi di Indonesia.



















































