jpnn.com, BANGKA BELITUNG - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) langsung menginjak gas pascapelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Konsolidasi organisasi hingga kerja politik terstruktur menjadi agenda utama yang harus segera dijalankan oleh seluruh kader partai.
Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono yang membuka Muswil kali ini mengatakan, setelah agenda Muswil, maka wilayah akan melakukan musyawarah cabang dan musyawarah tingkat kecamatan.
“Setelah Muswil ini selesai secara nasional, maka akan diselenggarakan musyawarah cabang di seluruh kabupaten dan kota se-Bangka Belitung. Setelah itu dilanjutkan musyawarah di tingkat kecamatan, dan seluruhnya harus dituntaskan pada tahun 2026,” ujar Mardiono, di Swissbel Hotel Pangkalpinang, Sabtu (17/1/).
Menurutnya, percepatan konsolidasi ini penting mengingat pada tahun 2027 PPP sudah memasuki tahapan verifikasi pemilu. Karena itu, seluruh agenda organisasi harus dijalankan secara disiplin dan terukur oleh kader di daerah.
“Agenda-agenda ini wajib dijalankan oleh seluruh kader PPP di Kepulauan Bangka Belitung. Tidak ada waktu untuk menunda,” tegasnya.
Mardiono menjelaskan konsolidasi tersebut bertujuan membangun satu jalur politik yang saling terhubung antara daerah dan pusat, sehingga tidak terjadi kesenjangan komunikasi maupun aspirasi.
“Kami akan merangkai jalan politik yang satu mata rantai. Supaya suara di daerah, baik kabupaten, kota, provinsi, hingga pusat, tidak mengalami kesenjangan,” ujar dia.
Mardiono menambahkan seluruh keputusan strategis partai tetap mengedepankan prinsip demokrasi. Setiap pembentukan struktur dan arah kebijakan akan ditentukan melalui mekanisme permusyawaratan.






















































