jateng.jpnn.com, KUDUS - Kepolisian mengimbau masyarakat Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, untuk tidak beraktivitas di sungai selama musim hujan.
Imbauan ini disampaikan menyusul dua peristiwa warga hanyut yang berujung meninggal dunia dalam sehari.
Kapolsek Bae Polres Kudus Iptu Madiyono mengatakan debit air sungai saat musim hujan sangat sulit diprediksi dan dapat meningkat secara tiba-tiba.
“Kami mengimbau warga untuk tidak bermain, mandi, atau beraktivitas di sungai. Debit air bisa naik mendadak karena hujan, dan ini sangat berbahaya,” ujar Madiyono di Kudus, Senin (12/1).
Dia menjelaskan dua kasus hanyut tersebut terjadi pada Minggu (11/1). Peristiwa pertama menimpa Angga Winata (27), warga Desa Bacin, Kecamatan Bae. Korban hanyut saat mandi di sungai bersama saudaranya sekitar pukul 15.00 WIB.
“Saat saudaranya sudah naik ke darat, korban kembali ke sungai. Tidak lama kemudian air meluap dan korban terseret arus,” katanya.
Korban kemudian ditemukan pada hari yang sama sekitar pukul 20.00 WIB di aliran Sungai Pedawang dalam kondisi meninggal dunia.
Sementara korban kedua adalah Ismi Najiba Ulya (5), warga Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae. Korban ditemukan meninggal dunia pada Senin (12/1) pukul 10.00 WIB di Sungai Perak, Desa Karangbener, sekitar 700 meter dari lokasi awal kejadian.



















.jpeg)































