jatim.jpnn.com, SURABAYA - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Surabaya menyatakan kesiapan penuh mendukung program Pemkot Surabaya dalam memetakan kondisi kesehatan masyarakat hingga ke tingkat RW sebagai langkah pencegahan stunting dan penyakit tidak menular.
Ketua IDI Cabang Surabaya dr Muhammad Shoifi mengatakan kerja sama ini merupakan terobosan penting karena pembangunan kesehatan dilakukan berbasis data dan sains, bukan sekadar penanganan kuratif.
“Kami bersyukur memiliki pemimpin yang terbuka dan memiliki visi jauh ke depan. Kami diajak berkolaborasi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Surabaya secara terstruktur,” ujar dr Shoifi.
Dia menjelaskan, IDI Cabang Surabaya memiliki sekitar 7.600 anggota yang terdiri dari guru besar, dokter spesialis, dokter umum, hingga mahasiswa kedokteran.
Seluruh potensi tersebut siap digerakkan untuk mendukung program kesehatan Pemkot Surabaya.
“Mulai dari identifikasi masalah kesehatan, analisis, intervensi, sampai evaluasi akan kami lakukan berbasis data dan sains hingga ke tingkat RW,” jelasnya.
Menurutnya, pendekatan ini memungkinkan masalah kesehatan masyarakat, seperti hipertensi, diabetes, obesitas, kanker, TBC, hingga persoalan kesehatan ibu dan anak, terdeteksi lebih dini sebelum berkembang menjadi kasus berat.
IDI juga menilai pemetaan kesehatan ini akan membantu pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih efisien, termasuk penempatan tenaga medis dan perencanaan kebutuhan layanan kesehatan di puskesmas maupun puskesmas pembantu (pustu).

















































