jpnn.com, JAKARTA - Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Henry Panjaitan, mengunjungi Unit Pembangkit (UP) Muara Tawar milik PT PLN Nusantara Power (PLN NP) pada Jumat (10/4) lalu.
Henry melakukan kunjungan bersama Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PLN NP, Teguh Widhi Harsono, serta jajaran manajemen dari kedua pihak.
Kunjungan itu dilakukan untuk melihat langsung peran UP Muara Tawar dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan, terutama saat beban puncak dan ketika pasokan energi baru terbarukan (EBT) berfluktuasi.
Dalam konteks transisi energi, pembangkit seperti Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Tawar dibutuhkan untuk membantu menjaga stabilitas sistem, sehingga pengembangan EBT dapat berjalan dengan dukungan infrastruktur yang memadai.
“Peningkatan porsi energi baru terbarukan membutuhkan dukungan infrastruktur yang mampu menjaga keandalan sistem. Dalam hal ini, PLTGU Muara Tawar memiliki peran penting karena mampu merespons perubahan beban dan fluktuasi pasokan listrik dengan cepat,” ujar Henry.
Selain memastikan keandalan operasional pembangkit serta optimalisasi efisiensi energi yang pada akhirnya berkontribusi pada penurunan emisi, kunjungan ini juga terkait dengan langkah Bank Mandiri dalam mendukung pengurangan emisi sebagai bagian dari komitmen mencapai Net Zero Emission operasional (Scope 1 dan 2) di 2030.
Salah satu pendekatan yang dijalankan adalah inisiatif carbon offset, termasuk melalui pembelian unit karbon yang terverifikasi.
Pendekatan ini menjadi salah satu opsi yang feasible untuk mendukung target tersebut, sekaligus sejalan dengan arah perkembangan regulasi dan pasar karbon di Indonesia.
Pada Januari 2025, dalam momentum peluncuran Bursa Karbon Internasional Indonesia (IDXCarbon), Bank Mandiri membeli sebanyak 5.000 tCO?e unit karbon dari proyek Konversi Pembangkit Single Cycle menjadi Combined Cycle Blok 2 PLN NP UP Muara Tawar milik PLN NP.




















































