jatim.jpnn.com, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan tidak akan membuka identitas mahasiswa yang diduga berbuat curang dalam program beasiswa Pemuda Tangguh dengan cara memalsukan data ekonomi.
Eri mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa pihak yang mengarahkan para mahasiswa tersebut hingga memasukkan data pendapatan yang tidak sesuai kondisi sebenarnya.
“Ada yang dia itu enggak mampu, masuk mandiri, memasukkan angka Rp1 juta, sudah tahu mandiri, orang tidak mampu, bisa lolos dengan angka Rp10 juta,” kata Eri, Rabu (28/1).
Dia mengaku heran bagaimana mahasiswa dari keluarga tidak mampu bisa masuk jalur mandiri dengan UKT tinggi.
“Loh kok bisa masuk mandiri, aku ya bingung, siapa yang menyuruh anak-anak ini? Berarti kan ada yang bermain ini. Ada yang menyuruh, tapi sudahlah, ini sudah kebongkar semuanya,” ujarnya.
Eri mengungkapkan sempat ada pihak yang menyarankan agar identitas mahasiswa yang memalsukan data tersebut dibuka ke publik. Namun, ia menolak karena mempertimbangkan kondisi psikologis mahasiswa.
“Ada yang ngomong ‘sebutkan namanya saja’, kalau anak-anak ini tak sebutkan namanya, yang datanya masuk ke perguruan tinggi lebih tinggi, ya bisa stres anak ini,” jelasnya.
Menurutnya, membuka identitas justru berpotensi menimbulkan perundungan di media sosial.

















































