jatim.jpnn.com, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menemukan juru parkir (jukir) yang tidak mengenakan tanda pengenal saat melakukan inspeksi fasilitas parkir di sekitar Taman Bungkul, Sabtu (7/3) malam.
Temuan itu didapat ketika Eri memimpin kegiatan Cipta Kondisi Asuhan Rembulan bersama jajaran Pemerintah Kota Surabaya serta TNI/Polri.
Dalam kegiatan tersebut, dia meninjau sejumlah titik parkir, termasuk di kawasan Taman Bungkul dan Taman Apsari. Di Taman Bungkul, Eri juga mendapati belum adanya plakat atau tulisan yang menunjukkan fasilitas pembayaran parkir non tunai.
Dia kemudian meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya segera memasang penanda tersebut agar masyarakat mengetahui adanya layanan pembayaran digital di lokasi itu.
“Karena ini programnya permintaan warga Surabaya, kami sudah memfasilitasi maka tugasnya memastikan ada tulisannya non tunai. Kalau tidak ada tulisannya, nanti tidak jalan,” kata Eri.
Dia menegaskan, keberadaan sistem parkir non tunai bertujuan mencegah tarif parkir yang tidak sesuai ketentuan.
“Jangan sampai kami sudah menyediakan seperti ini, ada yang bilang bayar parkir Rp10 ribu atau di tarif di luar harga sesuai karcis,” tuturnya.
Selain itu, Eri juga menyoroti adanya jukir resmi yang bertugas tanpa mengenakan tanda pengenal. Menurutnya, atribut tersebut penting agar masyarakat dapat membedakan antara jukir resmi dan jukir liar.

















































