jabar.jpnn.com, KABUPATEN BOGOR - Proses evakuasi penambang di kawasan Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berlangsung dengan risiko tinggi akibat medan yang berbahaya dan masih adanya gas karbon monoksida di dalam lubang tambang.
Kondisi tersebut bahkan menyebabkan seorang petugas evakuasi mengalami luka saat menjalankan tugas.
Kepala Region Jawa, CSR, dan Subdivisi PT Antam Tbk Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor, Agustinus Toko Susetio, mengatakan proses evakuasi dilakukan dengan tingkat kehati-hatian tinggi mengingat kondisi lokasi yang sangat berisiko.
“Proses evakuasi berlangsung dengan risiko tinggi. Lokasi korban berada di medan yang sulit dijangkau dan berbahaya, sehingga setiap langkah harus dilakukan dengan sangat hati-hati demi keselamatan petugas,” kata Agustinus.
Agustinus mengungkapkan, dalam beberapa kesempatan tim evakuasi sempat tertimpa longsoran batu. Hal tersebut terjadi karena kondisi geoteknik di lokasi kejadian dinilai tidak stabil dan rawan runtuhan.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh korban yang dievakuasi bukan merupakan pegawai maupun kontraktor PT Antam.
Para korban berada di area non-operasional perusahaan yang seharusnya steril dari segala aktivitas penambangan.
“Yang berhasil dievakuasi merupakan warga, bukan pegawai ataupun kontraktor Antam, dan berada di area non-operasional yang seharusnya steril dari aktivitas penambangan,” ujarnya.



















































