jpnn.com, JAKARTA - Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mendampingi Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo melaksanakan jumpa pers di Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta, Rabu (11/3).
Dalam kesempatan itu, Kakorlantas menyampaikan pesan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait tagline 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia'. Menurutnya, kunci keberhasilan Operasi Ketupat 2026 ialah sinergi dan kolaborasi bersama dengan semua pihak.
"Operasi Ketupat Tahun 2026 adalah Operasi Kemanusiaan, jadi Bapak Kapolri membuat tagline 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia'. Sukses Operasi Ketupat 2025 adalah menurunkan angka kecelakaan sebesar 31 persen dan fatalitas korban meninggal dunia sebanyak 50 persen," kata Agus.
Menurutnya, Operasi Ketupat 2026 bukan hanya mengurusi mudik balik, melainkan peran negara hadir dalam menjaga momentum spiritual pada Hari Raya Lebaran agar senantiasa aman dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) dan lancar di bidang lalu lintas.
"Jadi Mabes Polri, Kementerian sudah menyiapkan langkah-langkah. Jadi Operasi Ketupat bukan hanya di bidang lalu lintas, tetapi negara hadir memastikan bahwa negara menjamin mengamankan momentum daripada sosial dan spiritual dari sisi harkamtibmas dan tertib di bidang lalu lintas," ungkapnya.
Selain kerja sama dengan stakeholder, pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 juga didukung dengan penggunaan teknologi yang menopang seluruh data pergerakan kendaraan di setiap jalur mudik.
"Tahun 2026, untuk meningkatkan sukses (Ops Ketupat) 2025 kemarin, kami sudah menggunakan teknologi digital, untuk memantau flow dari traffic counting (penghitungan kendaraan). Parameter jumlah kendaraan itu akan jadi dasar untuk memutuskan rekayasa lalu lintas,” ujar Agus.
Terakhir Selain fokus pada mudik Lebaran, Kakorlantas mengingatkan adanya penyesuaian jadwal penyeberangan menuju Bali sehubungan dengan Hari Raya Nyepi pada 19 Maret 2026.






















































