jpnn.com, JAKARTA - Forum Kemandirian Siber Indonesia (Formasi) menggaungkan pentingnya kedaulatan siber Indonesia di tengah meningkatnya konflik geopolitik global dalam sebuah peringatan di Jakarta, Sabtu (7/3).
Forum ini juga mengingatkan keamanan digital kini menjadi bagian penting dari kedaulatan negara, sekaligus mengusulkan agar tanggal 7 Maret secara resmi diperingati sebagai Hari Kebudayaan Keamanan Informasi (HKKI).
Pendiri sekaligus Koordinator Forum Kemandirian Siber Indonesia (Formasi) Gildas Deograt mengatakan perkembangan teknologi membuat dunia nyata dan dunia digital semakin menyatu.
Dia menjelaskan aktivitas masyarakat, bisnis, hingga pemerintahan kini sangat bergantung pada sistem digital dan jaringan internet.
"Kondisi tersebut membuat ancaman di ruang siber dapat berdampak langsung pada kehidupan nyata. Karena itu, keamanan siber menjadi isu strategis yang tidak bisa lagi dipandang sebagai persoalan teknis semata," ucap dia.
Gildas mengatakan peringatan HKKI menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat kemandirian di bidang siber.
Dia menjelaskan keamanan informasi digital, serta kemandirian dan kedaulatan siber bukanlah isu teknis, tetapi sudah menjadi tanggung jawab strategis para pemimpin organisasi swasta dan pemerintah.
"Hari Kesadaran Keamanan Informasi pertama kali dideklarasikan pada 7 Maret 2007 oleh Komunitas Keamanan Informasi (KKI) bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika, Lemsaneg, BPPT, serta komunitas teknologi informasi lainnya," tuturnya.




















































