jpnn.com, JAKARTA - Forum Ketua PWNU (Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama) seluruh Indonesia mendorong Rais Aam PBNU dan Ketua Umum PBNU untuk segera fokus pada agenda-agenda besar kebangsaan dan keumatan.
Para Ketua PWNU dan utusan/delegasi PWNU dari seluruh Indonesia dan tergabung dalam Forum Ketua PWNU pada tanggal 27 April 2026 menyampaikan tiga kesepakatan kepada PBNU sebagai berikut:
Pertama, Forum Ketua PWNU meminta kepada PBNU untuk melaksanakan Muktamar pada akhir Juli atau awal Agustus 2026 sesuai Keputusan Rapat Pleno PBNU tanggal 29 Januari 2026.
Apabila sampai dengan bulan Agustus 2026, Muktamar NU belum diselenggarakan, maka PWNU dan PCNU menyatakan mosi tidak percaya kepada PBNU.
Demikian pernyataan tertulis daari para ketua PWNU yang tergabung Forum Ketua PWNU yang ditandatangani pada Selasa, 28 April 2026.
Kedua, Forum Ketua PWNU meminta kepada PBNU untuk konsisten melaksanakan Keputusan Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU tanggal 18 Maret 2026, antara lain penuntasan pembentukan Panitia Munas/Konbes dan Muktamar, dan percepatan penyelesaian SK.
Ketiga, PBNU/Steering Commite harus sudah menetapkan peserta Muktamar (PWNU, PCNU dan PCINU) paling lambat satu bulan sebelum pelaksanaan Muktamar.
Adapun daftar nama yang ikut menandatangi Forum Ketua PWNU di antaranya:





















































