FSGI Minta Pemerintah Mempublikasikan Data Daycare yang Ramah Anak

5 hours ago 17

Selasa, 28 April 2026 – 19:01 WIB

FSGI Minta Pemerintah Mempublikasikan Data Daycare yang Ramah Anak - JPNN.com Jogja

Konferensi pers ungkap kasus kekerasan Little Aresha di Mapolresta Yogyakarta pada Senin (27/4). Foto: Humas Polresta Yogyakarta

jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Sepekan ini publik digemparkan dengan kasus kekerasan dan penelantaran anak di Daycare Little Aresha, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Sebanyak 53 anak yang dititipkan orang tuanya justru diikat dengan tali dan hanya mengenakan popok.

Kasus di Daycare Little Aresha terkuak setelah mantan karyawan melapor bahwa ijazahnya ditahan dan melihat tindakan penelantaran dan kekerasan di tempatnya bekerja.

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mengecam tindak kekerasan terhadap puluhan anak tersebut.

Ketua Umum FSGI Fahriza Marta Tanjung mengutip data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) Republik Indonesia bahwa 44 persen daycare tidak mengantongi izin.

"Hal ini yang harus menjadi perhatian semua pihak yang terkait perlindungan dan tumbuh kembang anak," ujarnya, Senin (27/4).

Ketua Dewan Pakar FSGI Retno Listyarti mendorong peran pemerintah daerah dalam mempublikasikan legalitas sebuah daycare.

"Ke depan pemda perlu menyampaikan informasi kepada publik melalui berbagai platform media sosial yang dimiliki terkait daycare-daycare yang sudah berizin dan memenuhi standar," kata Retno.

Federasi Serikat Guru Indonesia mengutuk keras kekerasan terhadap anak di daycare Little Aresha Yogyakarta. Pemerintah daerah perlu bertindak.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News

Read Entire Article
| | | |