jpnn.com, PALEMBANG - Upaya mendorong volume ekspor udang Vaname asal Sumatera Selatan kini memasuki fase integritas teknis.
Badan Karantina Indonesia (Barantin) bersama Pemprov Sumsel mulai memangkas hambatan rantai pasokan, dengan menyelaraskan standar produksi tambak hingga ke meja pemeriksaan karantina.
Langkah tersebut bertujuan untuk memastikan komoditas unggulan Sumsel memenuhi protokol kesehatan internasional secara konsisten.
Gubernur Sumsel Herman Deru menyampaikan bahwa penguatan akses pasar ekspor didukung melalui pemanfaatan aplikasi Go Export yang baru saja diluncurkan bersama Barantin.
Aplikasi menjadi instrumen strategis untuk mempromosikan potensi komoditas unggulan daerah, termasuk udang asal Ogan Komering Ilir (OKI).
“Aplikasi Go Export sekaligus juga untuk memperluas jejaring dengan calon pembeli di pasar internasional dan mencatat transaksi ekspor langsung dari Sumsel, sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian provinsi,” ucap Deru, Kamis (19/2).
"Pentingnya menjaga higienitas tambak dan merawat peralatan secara rutin demi menjaga mutu hasil panen, serta daya saing produk udang di pasar global," tambah Deru.
Deru optimistis bahwa kawasan Sungai Menang menjadi salah satu sentra produksi udang terbesar di Sumsel, dengan kapasitas mencapai sekitar 15 ribu ton per tahun.


















































