Kurang Serat Saat Puasa Bukan Cuma Memicu Sembelit, tetapi Juga Masalah Mental

2 hours ago 19

Kamis, 19 Februari 2026 – 16:16 WIB

Kurang Serat Saat Puasa Bukan Cuma Memicu Sembelit, tetapi Juga Masalah Mental - JPNN.com Jogja

Ilustrasi - Menu yang sehat saat bulan Ramadan. Grafis: Sultan Amanda/jpnn.com

jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Mengabaikan asupan sayur dan buah selama bulan Ramadan ternyata berdampak lebih serius dari sekadar rasa begah. Ahli gizi Rita Ramayulis memperingatkan bahwa kekurangan serat saat berpuasa dapat memicu rantai masalah kesehatan, mulai dari gangguan pencernaan akut hingga gangguan metabolisme dan kesehatan mental.

Menurut Rita, perubahan pola makan saat puasa sering kali membuat konsumsi serat harian merosot tajam. Hal ini menjadi pemicu utama keluhan yang paling sering dirasakan orang berpuasa: sembelit.

Rendahnya asupan serat menyebabkan pergerakan usus melambat secara signifikan. Jika kondisi ini dibiarkan terus-menerus selama sebulan penuh, dampaknya bisa sangat menyakitkan.

Dampak pertama adalah gangguan saluran cerna. Proses buang air besar yang tidak lancar memicu rasa tidak nyaman di perut.

Risiko medis serius juga bisa terjadi. Sembelit berkepanjangan dapat memicu peradangan pada usus.

Selain itu, yang tidak kalah mengkhawatirkan adalah hemoroid atau wasir. Tekanan berlebih saat buang air besar akibat kurang serat meningkatkan risiko terjadinya wasir.

"Banyak orang puasa mengalami sembelit dan perut tidak nyaman karena seratnya tidak cukup. Jika berlangsung lama, bisa menimbulkan masalah serius pada saluran cerna," jelas Rita, Rabu (18/2).

Efek kekurangan serat ternyata tidak berhenti di saluran pencernaan saja. Rita menjelaskan dua dampak krusial lainnya.

Ahli gizi mengungkapkan bahwa kekurangan serta saat puasa bukan hanya bisa berdampak pada kesehatan pencernaan, tetapi juga bisa memperburuk mental.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News

Read Entire Article
| | | |