jpnn.com - Masalah hukum kembali menghampiri raksasa otomotif Jepang, Toyota Motor Corporation.
Kali ini, perusahaan tersebut menghadapi tiga gugatan class action baru di Amerika Serikat yang menyoroti dugaan cacat pada transmisi otomatis delapan percepatan UA80.
Gugatan terbaru, bahkan telah diajukan ke Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik New Jersey, menandakan persoalan tidak lagi terbatas pada satu wilayah.
Para penggugat menuding transmisi tersebut rentan mengalami kerusakan dini yang berpotensi memengaruhi ketahanan kendaraan dan nilai jual kembali.
Gugatan mencakup berbagai model sejak 2017 hingga kendaraan terbaru yang masih dipasarkan, termasuk lini Toyota dan merek premiumnya, Lexus.
Dalam dokumen pengadilan disebutkan dua cacat utama, yakni persoalan mekanis akibat panas berlebih di dalam gearbox serta masalah perangkat lunak yang memicu perpindahan gigi terlalu dini.
Kombinasi keduanya disebut dapat menyebabkan perilaku kendaraan tidak terduga, mulai dari selip mendadak, perpindahan gigi kasar, kebocoran cairan, bau terbakar, hingga hilangnya tenaga saat berkendara.
Salah satu penggugat, James LaBoutheller, pemilik sedan keluaran 2020, mengaku mendengar suara tidak normal dari transmisi mobilnya.


















































