jpnn.com - Direktur Utama PPKGBK Rakhmadi Afif Kusumo menyatakan hingga saat ini belum ada keputusan final terkait penggunaan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) untuk laga pekan ke-32 Super League 2025/26 antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung.
Meski secara prinsip GBK terbuka untuk pertandingan besar, nasib duel sarat gengsi itu masih bergantung pada hasil koordinasi tingkat tinggi.
Pembahasan melibatkan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pihak kepolisian, hingga berbagai stakeholder lainnya.
"Keputusan belum bisa diambil sekarang. Semua masih menunggu hasil koordinasi soal pengamanan dan kesiapan kawasan," ujarnya.
Tak bisa dipungkiri, duel Persija vs Persib selalu masuk kategori high risk match. Faktor keamanan, mobilitas suporter, hingga dampak pada aktivitas publik di kawasan GBK jadi pertimbangan utama.
PPKGBK pun mengaku tak ingin gegabah. Mereka memastikan semua aspek, mulai dari pengamanan, operasional stadion, hingga kenyamanan masyarakat harus benar-benar matang sebelum lampu hijau diberikan.
"GBK akan terus berkoordinasi secara konstruktif dengan seluruh pihak terkait agar pertandingan dapat berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi pemain, penonton, suporter, serta masyarakat yang beraktivitas di kawasan GBK," ucap Rakhmadi.
Di tengah ketidakpastian ini, Persija tak tinggal diam. Klub berjuluk Macan Kemayoran itu sudah menyiapkan opsi cadangan dengan memilih Jakarta International Stadium (JIS).






















































