Gegara Ini, 20 Persen Siswa di Tulungagung Alami Gangguan Pendengaran

4 hours ago 19

Rabu, 26 Februari 2025 – 15:33 WIB

Gegara Ini, 20 Persen Siswa di Tulungagung Alami Gangguan Pendengaran - JPNN.com Jatim

Dokter spesialis THT memeriksa kesehatan pendengaran siiswa di SDIT Nurul Fikri, Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (25/2/2025). Baksos pembersihan dan perawatan kuping secara gratis itu digelar untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengontrol dan merawat kesehatan pendengaran sekaligus menyambut puncak peringatan Hari Pendengaran se-Dunia yang jatuh pada 3 Maret. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)

jatim.jpnn.com, TULUNGAGUNG - Sebanyak 20 persen siswa di Kabupaten Tulungagung mengalami gangguan pendengaran akibat lubang telinga kotor maupun penyebab lainnya.

Angka persentase itu disampaikan Ketua Komda Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian Kabupaten Tulungagung, dr. Moch. Mundir Arif, Sp.THT-KL dari hasil beberapa pemeriksaan kesehatan pendengaran ke 145 siswa di SDIT dan SMPIT Nurul Fikri, Tulungagung (25/2).

"Jumlah siswa yang mengalami gangguan pendengaran setelah dilakukan pemeriksaan hampir 20-an persen. Biasanya jumlah yang kami temukan berkisar segitu, ya 10-20 persen," kata Mundir Arif.

Kasus gangguan pendengaran yang disebabkan kotoran dalam lubang telinga (resumen) tergolong gangguan pendengaran ringan.

Tidak membahayakan, tetapi kesalahpahaman itu membuat orang cenderung abai atau kurang memperhatikan masalah tersebut.

"Penyakit atau gangguan pendengaran memang tidak mengancam nyawa, tetapi jika diabaikan bisa mengancam masa depan individu bersangkutan," katanya.

Karena itu, untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya mengontrol dan memeriksakan kesehatan pendengaran, Komda Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian Kabupaten Tulungagung secara berkala menggelar penyuluhan serta pemeriksaan kesehatan pendengaran secara gratis.

Seperti yang mereka lakukan bersama jajaran Dinkes Tulungagung di SDIT dan SMPIT Nurul Fikri (25/2). Sebanyak 145 siswa menjalani pemeriksaan, terdiri atas 105 siswa sekolah dasar (SD) dan 40 siswa sekolah menengah pertama (SMP).

Sekitar 20 persen siswa di Tulungagung mengalami gangguan pendengaran disebabkan hal ini.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
| | | |