Gempa M5,9 Guncang Kepulauan Seribu, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

18 hours ago 21
Ilustrasi - Gempa bumi dengan magnitudo 5,9 mengguncang wilayah Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Sabtu dini hari, dan dinyatakan tidak berpotensi tsunami. Foto: kabarjakarta

KabarJakarta.com — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,9 mengguncang wilayah Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, pada Sabtu (12/9) dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Berdasarkan informasi yang disampaikan BMKG melalui laman resminya, gempa terjadi pada pukul 04.23 WIB. Guncangan tercatat dengan kekuatan magnitudo 5,9 dan berpusat di sekitar wilayah Kepulauan Seribu.

BMKG menyebut pusat gempa berada pada koordinat 5,81 derajat Lintang Selatan (LS) dan 106,56 derajat Bujur Timur (BT). Lokasi tersebut berada sekitar enam kilometer tenggara Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Sementara itu, gempa berada pada kedalaman 376 kilometer di bawah permukaan bumi. Dengan kedalaman tersebut, gempa tergolong sebagai gempa bumi dalam.

Tidak berpotensi tsunami

Meski memiliki magnitudo cukup kuat, BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Pernyataan itu menjadi informasi penting bagi masyarakat, khususnya warga yang berada di kawasan Kepulauan Seribu dan wilayah pesisir Jakarta.

“Tidak berpotensi tsunami,” demikian keterangan BMKG yang disampaikan pada Sabtu (12/8).

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta mengandalkan informasi resmi BMKG apabila terjadi perkembangan setelah gempa.

Gempa bumi merupakan salah satu fenomena alam yang sulit diprediksi secara pasti waktu kejadiannya. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat tetap diperlukan meskipun gempa yang terjadi kali ini tidak memicu ancaman tsunami.

Waspadai gempa susulan

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya gempa bumi susulan. Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi setelah gempa utama terjadi.

Masyarakat yang merasakan guncangan dapat memastikan kondisi bangunan di sekitarnya sebelum kembali beraktivitas seperti biasa. Jika terdapat bagian bangunan yang rusak atau berpotensi membahayakan, warga sebaiknya menjauh dari lokasi tersebut.

Selain itu, masyarakat diminta tidak menyebarkan kabar yang belum jelas sumbernya. Informasi mengenai kekuatan gempa, lokasi pusat gempa, potensi tsunami, maupun gempa susulan sebaiknya diperoleh dari kanal resmi BMKG.

Hingga berita ini dibuat, belum ada informasi dari BMKG mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut.

Gempa yang terjadi pada Sabtu dini hari ini kembali mengingatkan masyarakat Jakarta dan Kepulauan Seribu untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Langkah sederhana seperti mengetahui jalur evakuasi, mengenali titik aman, serta memahami tindakan saat gempa dapat membantu mengurangi risiko jika terjadi guncangan yang lebih besar.

BMKG masih menjadi rujukan utama untuk perkembangan informasi terkait aktivitas gempa tersebut. Masyarakat diharapkan tetap tenang, waspada, dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.

Read Entire Article
| | | |