jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta mengimbau masyarakat yang bermukim di tepi sungai untuk memahami kode pola bunyi sirine Early Warning System (EWS) banjir.
Imbauan ini disampaikan bersamaan dengan digelarnya uji coba dan simulasi EWS di empat aliran sungai utama Kota Jogja.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta Nur Hidayat mengatakan EWS merupakan perangkat vital dalam upaya penyelamatan mandiri saat potensi banjir menyapa.
"EWS ini adalah suatu alat yang sangat vital untuk peringatan dini karena dalam kebencanaan, peringatan dini itu adalah alat nomor satu dalam menyelamatkan diri," kata Nur Hidayat di sela simulasi EWS, Rabu (2/9).
Uji coba peralatan serta sosialisasi ini menyasar empat kawasan rawan, yaitu di Sungai Gajah Wong wilayah Gendeng dan Tegalgendu, Sungai Code di wilayah Ledok Tukangan, Kali Belik di wilayah Klitren Lor, dan Sungai Winongo di wilayah Pingit.
Masyarakat diminta tidak panik saat mendengar sirine EWS berbunyi, melainkan merespons sesuai tingkat ancaman bahaya berikut.
Status Waspada
Sirine berbunyi dalam serangkaian pola 6 kali jeda. Pada tahap ini, warga diminta tetap tenang, tidak panik, serta terus memantau pembaruan informasi resmi dari BPBD.
Status Siaga
Sirine berbunyi cepat dan berulang 4 kali jeda. Warga diimbau segera mematikan aliran listrik rumah, menyiapkan Tas Siaga Bencana, serta mencermati rute dan Jalur Evakuasi terdekat.



















































