jpnn.com, JAKARTA - Massa aksi yang tergabung dalam Pergerakan Kader KAMMI Jakarta mendatangi kantor PT Agrinas Pangan Nusantara di Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (27/2) ini.
Mereka datang ke lokasi untuk memprotes kebijakan PT Agrinas yang mengipor 105 ribu pikap dari India untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Koordinator aksi Bambang menyebutkan bahwa kebijakan impor tersebut berpotensi memukul industri otomotif dalam negeri.
“Kami menolak impor ratusan ribu mobil pikap dari India. Kawan-kawan, Indonesia punya industri dalam negeri yang tak kalah hebatnya, tetapi rezim hari ini malah impor,” kata dia saat berorasi di depan kantor PT Agrinas, Jumat.
Bambang mendesak Dirut PT Agrinas Joao Angelo De Sousa Mota segera menyetop rencana impor 105 ribu pikap.
“Mendesak Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota segera membatalkan rencana impor 105 ribu unit mobil pikap dari India," lanjut dia.
Selain itu, Bambang menuntut direksi PT Agrinas tidak sembarangan melakukan importasi dan memastikan seluruh proses sesuai undang-undang.
Dalam hal ini UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, UU Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, serta PP Nomor 2 Tahun 2017 tentang Pengembangan Perindustrian.




















































