jpnn.com, JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, bersama Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menghadiri pertemuan Musim Semi International Monetary Fund dan World Bank (IMF-World Bank) di Washington D.C., Amerika Serikat.
Dalam kesempatan tersebut, negara-negara anggota IMF mendorong adanya langkah bersama untuk menghadapi ketidakpastian global.
Upaya kolektif ini dinilai penting untuk memastikan transformasi ekonomi dapat memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan dunia di masa depan.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyatakan pihak IMF memandang perekonomian global saat ini masih tetap resilien.
Meski demikian, dunia tetap dihadapkan pada ketidakpastian kompleks, terutama akibat dampak negatif yang ditimbulkan perang di Timur Tengah.
Selain konflik geopolitik, forum tersebut menyoroti perubahan besar di bidang teknologi, demografi, dan lingkungan yang turut menciptakan tantangan sekaligus peluang baru.
Salah satu perubahan yang menjadi sorotan utama yakni perkembangan artificial intelligence (AI).
Teknologi ini dipandang berpotensi meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan, tetapi di sisi lain dapat menimbulkan disrupsi di berbagai sektor.




















































