jateng.jpnn.com, SEMARANG - Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Trans Semarang buka suara terkait halte di depan Semarang Zoo yang sudah lama tidak aktif melayani penumpang.
Kepala BLUD Trans Semarang Haris Setyo Yunanto menjelaskan ketika halte tersebut beroperasi justru memicu munculnya terminal bayangan di kawasan itu.
Menurut Haris, penumpang rute Semarang-Kendal cenderung tidak masuk ke Terminal Mangkang. Mereka justru lebih memilih turun di pinggir jalan, tepatnya di depan Semarang Zoo yang lokasinya berdekatan dengan halte.
“Dengan adanya halte ini malah memicu terminal bayangan di depan Semarang Zoo. Penumpang dari Semarang tujuan Kendal tidak turun di Terminal Mangkang, tetapi di titik tersebut,” ujar Haris saat dikonfirmasi, Senin (13/4).
Maka dari itu, penonaktifan halte tersebut dilakukan. Selain itu, pertimbangan teknis juga menjadi alasan penutupan halte, terutama terkait manuver putar balik bus Trans Semarang.
Haris menjelaskan sebelum adanya akses keluar Tol Kaliwungu, bus masih bisa berputar di sisi barat Kebun Binatang (Bunbin) Mangkang. Namun kini, setelah pintu tol beroperasi, titik putar lama tidak lagi layak digunakan karena berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan.
Jika halte diaktifkan kembali, bus harus memutar di bawah flyover arteri Kaliwungu. Kondisi itu membuat jarak tempuh menjadi lebih panjang dan berdampak pada peningkatan biaya operasional.
“Kalau diaktifkan, rekomendasinya bus harus putar balik di bawah flyover arteri Kaliwungu. Ini membuat jarak tempuh lebih panjang dan biaya operasional bertambah,” tuturnya.

















































