jateng.jpnn.com, SEMARANG - Ratusan keluarga di Kampung Tambaksari, Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Jawa Tengah terisolir.
Ini terjadi setelah akses penghubung antara Kampung Tambaksari dan Kelurahan Mangunharjo di Kecamatan Tugu putus total akibat jembatan roboh.
Selama lebih dari sepekan, ratusan warga terpaksa menyeberangi Sungai Beringin menggunakan getek darurat buatan warga.
Getek sederhana yang terbuat dari stirofoam, jeriken, bambu, papan kayu, dan triplek itu menjadi satu-satunya sarana penyeberangan sejak Jumat pekan lalu. Warga bergotong royong menjaga dan mengoperasikannya selama 24 jam.
“Ini sudah 13 hari seperti ini. Warga harus naik getek sejak Jumat pekan lalu,” kata Ngamuri, salah satu warga yang menjadi sukarelawan penarik getek, ditemui di lokasi, Rabu (28/1).
Menurut Ngamuri, aktivitas penyeberangan paling padat terjadi pada pagi hari, terutama saat anak-anak berangkat sekolah dan warga berangkat kerja.
“Ramainya mulai pukul 05.30 sampai 07.00. Sekali tarik bisa enam anak sekolah. Kalau orang dewasa biasanya tiga orang,” ujarnya, selain pagi hari, kepadatan kembali terjadi saat jam pulang sekolah.
“Ini murni inisiatif warga. Tidak ada tarif, seikhlasnya saja untuk perawatan getek,” kata Ngamuri, lagi.

















































