jateng.jpnn.com, JAKARTA - Timnas futsal Indonesia baru saja menorehkan sejarah di level Asia. Namun, di balik prestasi gemilang itu, Federasi Futsal Indonesia (FFI) berharap ada perhatian nyata dari pemerintah terkait bonus bagi para pemain.
Ketua Umum FFI Michael Victor Sianipar mengakui bahwa kapasitas federasi terbatas untuk memberikan apresiasi finansial yang layak kepada para punggawa Garuda.
“Kalau bicara soal bonus, saya harus bicara apa adanya. Kapasitas saya terbatas. Karena itu, saya berharap ada perhatian dari pemerintah, seperti yang diberikan pada ajang SEA Games kemarin,” ujar Michael kepada wartawan di Jakarta, Senin (9/2).
Seperti diketahui, tim asuhan Hector Souto sukses mencetak sejarah dengan menjadi runner-up Piala Asia Futsal 2026. Pada partai final, Indonesia tampil heroik melawan juara bertahan Iran.
Laga berakhir imbang 5-5 dan harus ditentukan lewat adu penalti, sebelum akhirnya Indonesia kalah tipis 5-6.
Menurut Michael, capaian tersebut merupakan prestasi besar yang layak mendapat apresiasi setara dengan pencapaian olahraga multievent seperti SEA Games.
Bahkan, kata dia, persoalan bonus mulai menjadi pertanyaan di kalangan pemain.
“Ada beberapa pemain yang menyampaikan harapan soal apresiasi. Namun, saya juga harus jujur, sebagai ketua umum, kemampuan kami terbatas,” ungkapnya.

















































