jatim.jpnn.com, SURABAYA - Memasuki hari ke-7 Bulan Ramadan, Sat Samapta Polresrabes Surabaya menangkap 16 remaja yang diduga hendak melakukan perang sarung. Mereka ditangkap saat petugas melakukan patroli malam di beberapa titik lokasi di Surabaya.
Kasat Samapta Polrestabes Surabaya AKBP Erika Purwana Putra mengatakan dari total keseluruhan yang terdata, sembilan orang diamankan di Banyu Urip, lima di Tambaksari, dan dua orang di Simokerto.
"Selain sarung mereka yang ditangkap rata-rata membawa senjata tajam bahkan besi. Adapula yang membawa pipa paralon," kata Erika, Jumat (27/2).
Dari tangkapan itu, polisi mengamankan beberapa barang bukti antara lain empat sajam, satu besi, satu pipa paralon modifikasi dan empat unit kendaraan roda dua.
Erika menyampaikan patroli rutin yang dilakukan tim gabungan JOGOBOYO 97 Polrestabes Surabaya terutama malam hari selama bulan ramadan sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban.
"Kami meningkatkan patroli rutin siang dan malam pada titik serta jam rawan, termasuk pemukiman, objek vital, dan lokasi yang berpotensi terjadi balap liar maupun tawuran," ujarnya.
Erika mengimbau kepada seluruh orang tua untui mengawasi putra putrinya agar tidak ikut-ikutan kegiatan negatif selama bulan Ramadan.
"Kami juga melaksanakan kegiatan cipta kondisi secara berkala serta patroli dialogis untuk memberikan imbauan langsung kepada masyarakat. Sinergi dengan TNI dan instansi terkait terus kami perkuat agar situasi tetap aman," tuturnya.

















































