Hotel Syiah

5 days ago 17

Oleh Dahlan Iskan

Hotel Syiah

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Dahlan Iskan. Foto: dok JPNN.com

jpnn.com - Jangan kaget: hotel mewah bintang lima yang dipakai tempat perundingan Iran-Amerika sejak kemarin itu milik konglomerat syi'ah. Namanya Anda sudah tahu: ya sudah.

Waktu lewat di depannya, di pinggiran kota Islamabad, Pakistan, saya tidak mengira itu hotel. Apalagi hotel besar: punya 387 kamar. Bangunannya hanya empat lantai.

Hotel Syiah

Awalnya saya kira itu museum. Arsitekturnya bergaya Mughal, dikombinasi dengan gaya tradisional Pakistan: dindingnya memang pakai bata merah khas negara itu.

Itulah Hotel Serena Islamabad. Konglomerasi ini berpusat di dua negara: Swiss dan Pakistan. Jaringan hotelnya ada di lebih 20 negara –yang di Indonesia ada di Bandung.

Delegasi dari Iran masuk ke hotel Serena menjelang waktu subuh, Sabtu. Berarti mereka berangkat dari Teheran Jumat lepas tengah malam. Penerbangannya hanya sekitar 3,5 jam: pesawat khusus.

Delegasi Amerika masuk ke Serena Sabtu pagi. Agak siang. Amerika sangat serius. Delegasinya dipimpin langsung oleh Wakil Presiden JD Vance. Aneh: tidak terlihat di dalamnya Menlu Marco Rubio.

Ini benar-benar aneh. Ini bisa memperkuat spekulasi: ada apa di antara dua tokoh kuat yang sama-sama didukung Presiden Donald Trump untuk nyapres dua tahun lagi.

Jangan kaget: hotel mewah bintang lima yang dipakai tempat perundingan Iran-Amerika sejak kemarin itu milik konglomerat syi'ah. Namanya Anda sudah tahu.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |