jatim.jpnn.com, MADIUN - Hujan yang mengguyur Desa Sumberbendo, Kecamatan Saradan, sejak Kamis (26/2) siang hingga malam memicu pergerakan tanah pada Jumat (27/2) dini hari. Dua rumah warga terdampak akibat retakan dan longsoran di sekitar bahu jalan.
Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Madiun langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan perangkat desa setempat.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun Boby Saktia Putra Lubis menjelaskan peristiwa itu dipicu hujan berintensitas ringan hingga sedang yang berlangsung cukup lama.
“Kejadian berawal dari hujan sejak siang dan sore hari. Hingga kemudian malam hari sekira pukul 01.00 WIB terjadi tanah gerak yang didengar masyarakat sekitar,” ujarnya.
Akibat pergerakan tanah tersebut, dua rumah milik warga bernama Sarmo dan Sugeng mengalami kerusakan di bagian samping bangunan.
“Dua rumah terdampak, rumah atas nama Sarmo bagian tembok samping terkena longsoran dengan panjang 80 meter. Rumah atas nama Sugeng sebelah samping tergerus panjang 12 meter,” beber Boby.
Dia mengungkapkan retakan tanah bermula dari bahu jalan yang mengalami penurunan setelah diguyur hujan terus-menerus.
“Antara jalan dengan permukiman di sebelahnya, tepatnya bagian talud, kami lihat sudah mulai retak. Jadi menimbulkan penurunan tanah selama diguyur hujan,” ungkapnya.

















































