jpnn.com, JAKARTA - Forum Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL Lemhannas) menegaskan bahwa implementasi visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto tidak boleh berhenti pada tataran konsep, melainkan harus diwujudkan dalam kebijakan nyata yang terukur dan berdampak langsung bagi rakyat.
Salah satu peserta Munaslub, Ir. Ibnu Prakoso, M.Sos, menyampaikan bahwa tantangan bangsa saat ini menuntut keberanian pemerintah dalam mengambil langkah strategis yang tidak populis semata, tetapi berorientasi pada kepentingan nasional jangka panjang.
"Asta Cita adalah arah besar bangsa. Namun tanpa implementasi yang tegas dan konsisten, ia berisiko menjadi sekadar narasi politik,” ujar Ibnu Prakoso.
Dia menekankan bahwa penguatan ketahanan nasional harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan, hingga kemandirian ekonomi dan penguasaan geopolitik.
Menurutnya, Indonesia tidak boleh terus berada dalam posisi sebagai pasar global, tetapi harus bertransformasi menjadi kekuatan produksi yang mandiri dan berdaulat.
"Negara harus hadir secara nyata dalam memperkuat ekonomi rakyat, memperbaiki pelayanan publik, serta memastikan pengelolaan sumber daya alam berpihak pada kepentingan nasional,” tegasnya.
Lebih lanjut, dia juga menyoroti pentingnya stabilitas sosial dan politik serta perlunya peningkatan kapasitas negara dalam menangani konflik sosial secara cepat dan tepat.
Dalam konteks global yang semakin kompetitif, IKAL Lemhannas juga mendorong pemerintah untuk memperkuat posisi geopolitik Indonesia melalui diplomasi aktif, penguatan pertahanan nasional, serta sinergi lintas sektor.



















































