bali.jpnn.com, DENPASAR - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan indeks harga properti komersial di Bali melemah pada triwulan IV-2025.
Kondisi ini karena dipengaruhi diversifikasi akomodasi penginapan dan pergeseran penggunaan kantor oleh pelaku usaha.
“Pelaku usaha perhotelan melakukan koreksi harga agar tetap kompetitif di tengah melandainya permintaan,” kata Kepala Perwakilan BI Bali Erwin Soeriadimadja dilansir dari Antara.
Erwin Soeriadimadja mengatakan indeks harga properti komersial di Bali pada akhir 2025 itu tumbuh 0,68 persen.
Namun, realisasi itu jauh lebih rendah dibandingkan triwulan III-2025 sebesar 3,65 persen.
Menurutnya, perkembangan harga properti tahunan itu didorong oleh pertumbuhan perkantoran sewa, ritel sewa, serta hotel.
Melandainya permintaan ditunjukkan oleh Indeks Permintaan Properti Komersial di Bali pada triwulan IV-2025 yang mengalami penurunan sebesar 4,80 persen.
Penurunan itu didorong oleh segmen perkantoran sewa sebesar 5,98 persen dan hotel sebesar 6,71 persen.














































