jpnn.com - JUMAT malam, 6 Maret 2026, PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang menyelenggarakan Peringatan Nuzulul Qur’an, penutupan khataman kitab di bulan Ramadan, terangkai doa untuk Bangsa Iran.
Kegiatan ini tidak hanya ungkapan rasa empati untuk rakyat Iran dan Palestina, tetapi juga dukungan, baik atas nama kemanusiaan dan keadilan, terutama sesama saudara muslim di dunia.
Mereka menjadi korban dari agresi dan arogansi Israel-AS, terutama setelah pemimpin tertinggi Iran dan keluarganya, ratusan siswi SD dan warga sipil menjadi syahid dari rudal brutal zionis Israel dan AS. Di Palestina, korban kebrutalan zionis Israel terus berjatuhan di Tepi Barat, bahkan di Gaza yang sudah terikat perjanjian damai.
Beberapa waktu terakhir, darah muslim tertumpah di kawasan timur tengah. Rasa kemanusiaan dari perspektif agama dan sosial, runtuh terjatuh di titik nadir. Bulan suci Ramadaan di seluruh dunia yang semestinya tenang untuk beribadah, saling berdekatan dan bersolidaritas untuk kemanusiaan justru ternoda darah perang yang dipicu keangkuhan zionis Israel-Amerika.
Zionis Israel dibantu AS mulai membombardir Iran (28/2), di tengah muslim menjalankan ibadah Ramadan. Para petinggi militer dan pimpinan tertinggi Iran, Ayatollah Ali Hosseini Khamenei dan keluarganya, terbunuh, bersamaan dengan 165 siswi SD di Iran Selatan yang juga tewas; korban perdana rudal Israel dan AS.
Biadab karena beberapa alasan. Tindakan brutal tidak beradab itu terjadi karena dilakukan di tengah mediasi konflik AS-Iran oleh mediator pemerintah Oman. Menyerang kedaulatan Iran secara militer tanpa alasan yang dibenarkan hukum Internasional, dilakukan saat umat Islam Iran menjalankan ibadah Ramadan, dan serangan sporadis itu telah memakan banyak korban sipil, terutama anak-anak.
Sulit diterima akal sehat. Alasan pemicu serangan militer zionis Israel-AS ke Iran tidak jelas, dan berubah-ubah. Dari Israel, alasan preemtif; menghilangkan ancaman dari Iran atas eksistensi zionis Israel. Israel memandang Republik Islam Iran sebagai musuh dan sumber penghambat seluruh agenda politik-ekonomi serta kepentingan zionis Israel di kawasan Timur Tengah.
Bagi AS, alasan awal adalah mengeleminasi program nuklir Iran, kemudian alasan itu berubah menjadi pergantian rezim di Iran setelah diketahui Ayatollah Ali Khemeni, gugur syahid. Karena di kawasan Timur Tengah, hanya Iran-lah, satu-satunya negara berdaulat yang berani, tidak mau tunduk dan tidak bisa dikendalikan oleh adikuasa, Amerika Serikat. Negara selebihnya di kawasan, telah ditundukkan, bahkan menjadi sekutu zionis Israel-AS.
Seangkuh itu zionis Israel-AS berdalih; mencari pembenaran atas tindakan semena-mena dalam pergaulan dunia. Dan, secongkak itu mereka bersikap antar negara tetangga dan sesama negara berdaulat di komunitas internasional. Dunia semakin melihat, keduanya adalah teroris sesungguhnya dan sumber dari krisis kemanusiaan, kekacauan dan ketidakadilan dunia.
















































