Ini Kata Pakar Geologi ITB soal Pemicu Longsor di Bandung Barat, Waspada

2 hours ago 23

Ini Kata Pakar Geologi ITB soal Pemicu Longsor di Bandung Barat, Waspada

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Jalur aliran lumpur (mudflow) yang melintas Kampung Pasir Kuning hingga Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. (ANTARA/HO PPMB dan DPMK ITB)

jpnn.com - Pakar Geologi Longsoran Institut Teknologi Bandung (ITB) Imam Achmad Sadisun mengatakan bencana tanah longsor di Cisarua dan Lembang, Kabupaten Bandung Barat bukan sekadar longsor biasa.

Imam menyebut longsor tersebut dipicu jebolnya bendungan alami di hulu sungai yang berpotensi terulang kembali.

Dia menjelaskan bahwa peristiwa yang menerjang Kampung Pasirkuning dan Pasirkuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, serta Kampung Sukadami, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang pada Sabtu (24/1) dini hari tersebut, merupakan mekanisme aliran lumpur (mudflow) yang jauh lebih destruktif daripada pergerakan tanah lokal.

"Rumah-rumah warga sebenarnya tidak longsor pada lereng-lereng tempat mereka berdiri, tetapi terdampak material longsoran yang dikirim dari hulu melalui alur sungai," ujar Imam di Bandung, Minggu (25/1/2026).

Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa penyebab utama kejadian tersebut adalah terbentuknya sumbatan atau landslide dam di hulu lereng selatan Gunung Burangrang.

Di mana, material longsor menutup alur sungai, menahan volume air hingga jenuh, lalu jebol seketika membawa muatan lumpur, pasir, hingga bongkah batu dengan kecepatan tinggi.

Berbeda dengan narasi umum yang hanya menyalahkan alih fungsi lahan, Imam menekankan adanya interaksi faktor alamiah vulkanik tua yang memiliki lapisan pelapukan tebal.

Kemudian, saat hujan berdurasi panjang menjenuhkan pori-pori tanah, kekuatan geser lereng menurun drastis hingga materialnya meluncur menutup aliran sungai di hulu.

Pakar Geologi Longsoran ITB Imam Achmad Sadisun ungkap pemicu tanah longsor di Bandung Barat yang berpotensi kembali terjadi. Waspada gejala alam ini.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |