bali.jpnn.com, DENPASAR - Kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo, anggota TNI AD dari Kodam IX/Udayana yang bertugas di Batalyon Teritorial Pembangunan 834 Waka Nga Mere, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat marah Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto.
Selain marah, Mayjen TNI Piek Budyakto juga kecewa setelah mendengar kabar kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo.
Oleh karena itu, Pangdam Udayana minta proses investigasi kasus kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo dilakukan secara transparan dan profesional.
"Pangdam merasa kecewa atas kejadian ini.
Beliau marah sehingga langsung bergerak cepat untuk melakukan investigasi.
Beliau minta segera direspon agar kejadian ini mendapat jawaban yang tepat," kata Waka Pendam IX/Udayana Letkol Inf. Amir Syarifudin dilansir dari Antara.
Menurutnya, tim investigasi dari Sub Detasemen Polisi Militer (Sudenpom) Kupang dan Intelijen masih melakukan penyelidikan.
Oleh karena itu, Kodam Udayana belum bisa menyimpulkan penyebab kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo diduga akibat disiksa, dianiaya atau karena sebab lain.