jatim.jpnn.com, SURABAYA - Ratusan pedagang yang menolak relokasi Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian ke wilayah Tambak Oso Wilangon bukan tanpa sebab. Penolakan itu karena jarak yang jauh hingga lokasi yang rawan kecelakaan.
Alasan itu disampaikan salah satu pedagang di Pasar Pegirian Ayu yang ikut demonstrasi penolakan relokasi RRH di depan Gedung DPRD Kota Surabaya, Senin (12/1).
"Tempatnya kecil, enggak layak dipakai. Kenapa baru sekarang dipindah, kami enggak mau pindah, rawan kecelakaan," ungkap Ayu.
Ayu menilai pemindahan RPH ini dilakukan tanpa sosialisasi dan musyawarah sehingga menimbulkan kekecewaan. Ayu sendiri sudah berjualan 20 tahun lamanya.
"Enggak mau dipindah, Pak Eri. Kami rakyat kecil Pak Eri. Di sana rawan begal Pak Eri. Kasihan. Jualan sudah 20 tahun, baru sekarang dipindah, tempatnya enggak layak," ujar dia.
Dia pun meminta Eri Cahyadi untuk bisa mengkomunikasikannya dengan para pedagang untuk mencari solusi yang adil.
"Kok tidak musyawarah dengan masyarakat kecil, tiba-tiba langsung dikasih undangan dipidah di Oso Wilangun. Jauh, andaikan Pak Eri bisa silaturahmi sama warga, dipindah di Suramadu saja enggak apa-apa, Pak," ucapnya.
Hal senada juga disampaikan Khusnul Khotimah. Dia merasa terlalu jauh bila direlokasi ke Tambak Oso Wilangun dan tidak ada sosialisasi.



















































