kaltim.jpnn.com, SAMARINDA - PT Pelita Air Service menggandeng Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat carter di wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan.
Peristiwa itu menyebabkan pilot pesawat Capt. Hendrick Lodewyck Adam meninggal dunia.
Pelita Air bersama KNKT telah menjadwalkan tim untuk melakukan investigasi pada Jumat (20/2) hari ini.
"Pelita Air bersama KNKT akan memberangkatkan tim gabungan ke Long Bawan pada 20 Februari 2026 untuk segera memulai proses investigasi penyebab jatuhnya pesawat," kata Corporate Secretary Pelita Air Service Patria Rhamadonna dalam pernyataan dikutip Jumat (20/2).
Maskapai itu menyatakan pesawat yang jatuh di wilayah Nunukan, merupakan pesawat dengan layanan kargo pengangkut bahan bakar, bukan angkutan penumpang.
Pesawat itu menjalankan misi rutin distribusi program BBM Satu Harga di wilayah Kalimantan Utara.
Pesawat itu dilaporkan lepas landas pada pukul 10.22 WITA dan mendarat dengan baik di Long Bawan pada pukul 11.24 WITA.
Setibanya di Long Bawan, petugas darat segera melakukan proses pembongkaran muatan sehingga pesawat siap untuk kembali menuju Tarakan dalam kondisi tanpa muatan pada pukul 12.10 WITA.













.jpeg)

































