jateng.jpnn.com, SEMARANG - Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk Dr (HC) Irwan Hidayat mengingatkan masyarakat agar tidak memandang saham sebagai ajang spekulasi. Menurutnya, saham seharusnya diperlakukan sebagai instrumen investasi yang dikelola secara serius.
Irwan mengajak masyarakat mulai mengubah pola pikir dalam mengelola keuangan. Dia menilai kebiasaan menyimpan uang secara konvensional, baik ditabung di bank maupun disimpan tanpa diinvestasikan, membuat potensi pertumbuhan nilai uang menjadi terbatas.
Karena itu, Irwan mendorong masyarakat untuk mulai melirik investasi saham sebagai satu di antara instrumen yang berpotensi memberikan keuntungan jangka panjang.
“Kalau punya uang Rp 10 juta, Rp 20 juta, sampai Rp 100 juta, berinvestasilah. Itu jauh lebih menguntungkan daripada sekadar disimpan di bank,” kata Irwan di Kabupaten Semarang, Kamis (12/3).
Namun, dia menegaskan investasi saham harus dilakukan dengan cara yang benar. Irwan mengingatkan masyarakat agar tidak memandang pasar modal sebagai ajang “bermain”.
“Kalau semua berinvestasi di saham, itu menguntungkan. Namun, ingat, jangan ‘bermain’ saham, melainkan berinvestasi di saham,” ujarnya.
Irwan menyoroti masih rendahnya jumlah investor saham di Indonesia. Saat ini, investor pasar modal baru sekitar 7,5 persen dari total penduduk atau sekitar 21 juta orang.
Angka tersebut masih jauh tertinggal dibandingkan Amerika Serikat yang tingkat partisipasi investornya telah mencapai sekitar 62 persen.


















































