jpnn.com - NEW DELHI - Bukanlah hal yang mengherankan atau mengejutkan melihat China, Korea, atau Jepang bisa menempatkan wakilnya di final Kejuaraan Dunia BWF 2026.
Namun, ini Prancis.
Dua duta Prancis, yakni tunggal putra Alex lanier dan ganda campuran Thom Gicquel/Delphine Delrue menorehkan sejarah.
Alex Lanier menyusul Thom Gicquel/Delphine Delrue.
Setelah Gicquel/Delrue menjadi wakil pertama dari Prancis yang menembus final Kejuaraan Dunia BWF sepanjang sejarah, Lanier mencatatkan sejarahnya sendiri dengan menjadi pemain pertama Prancis yang menembus final nomor tunggal.
Perjalanannya menuju final dilalui lewat ujian berat saat menghadapi Victor Lai, yang juga berpeluang mencetak sejarah bagi Kanada.
Lai mendominasi jalannya pertandingan di awal laga sebelum ketahanan Lanier dalam reli-reli panjang berhasil membalikkan momentum.
"Pada satu titik, saya berpikir, 'ayo berjuang, ayo mainkan reli ini'. Saya harus yakin bahwa saya konsisten dan lebih kuat di lapangan. Itu adalah bagian tersulit dari pertandingan. Reli-reli berlangsung panjang; menurut saya itu menguras tenaga saya, tapi juga Victor, dan pastinya itulah momentum yang harus saya manfaatkan," ujar Lanier.






















































